Agent2Agent Protocol and Agent Cards

Document type: Protocol   |   Version: 1.0   |   Published: 28 July 2026

Executive Abstract

A protocol reference for agent discovery, Agent Cards, capability declaration, task exchange, artifacts, streaming, authentication, and human oversight.

Definisi

Agent2Agent atau A2A adalah protokol interoperabilitas antar-agent. Agent Card berfungsi sebagai dokumen discovery yang menjelaskan identity, capability, skill, endpoint, interaction requirement, dan security scheme sebuah agent server.

Ruang Lingkup

  • Agent discovery, Agent Card, message, task, artifact, streaming, push notification, authentication, dan protocol binding.
  • Hubungan client agent, remote agent, user, dan enterprise systems.
  • Well-known discovery serta extended card untuk informasi yang memerlukan authentication.

Batas dan Pengecualian

  • A2A tidak membuka tool internal agent secara otomatis.
  • Agent Card bukan bukti independen bahwa capability berkualitas atau aman.
  • A2A tidak menggantikan MCP; keduanya menangani lapisan yang berbeda.

Model Operasional

Identity and Discovery

Agent Card memberi alamat dan deskripsi capability yang dapat ditemukan client.

Interaction

Message digunakan untuk komunikasi; task digunakan untuk pekerjaan yang memiliki state atau durasi.

Artifacts

Output formal dapat dikembalikan sebagai artifact terstruktur.

Transport

Implementasi dapat menggunakan binding yang didukung spesifikasi.

Security

Authentication scheme dideklarasikan, sedangkan credential dibawa melalui mekanisme web yang sesuai.

Human Control

High-impact task harus memiliki approval, status visibility, dan cancellation path.

Langkah Implementasi atau Pengujian

  • 1. Publikasikan Agent Card yang akurat pada endpoint well-known.
  • 2. Deklarasikan skill, input, output, interface, dan security scheme.
  • 3. Uji discovery, message, task lifecycle, streaming, dan error handling.
  • 4. Pastikan tenant routing dan authorization tidak bocor antar-user.
  • 5. Catat protocol version dan compatibility.

Evidence Requirements

  • Agent Card JSON.
  • Protocol conformance tests.
  • Authentication and authorization logs.
  • Task state transitions.
  • Artifacts and failure records.

Governance dan Versioning

Agent Card harus diperlakukan sebagai public capability declaration. Klaim di dalamnya wajib sama dengan capability aktual dan diperbarui ketika endpoint berubah.

Keterbatasan

  • Interoperability tidak menjamin semantic compatibility.
  • Remote agent dapat bersifat black box.
  • Discovery endpoint dapat menjadi target reconnaissance sehingga informasi sensitif tidak boleh dipublikasikan.

Sumber Primer

GEO.or.id operates as an independent research and methodology platform. This document does not provide a ranking guarantee, legal opinion, or permanent visibility claim.

Knowledge Relationships

This asset is connected to canonical nodes through typed relationships maintained in the GEO.or.id knowledge registry.