Perplexity & Citation

Perplexity dan Hallucination: Citation Ada tapi Klaim Tetap Bisa Salah

Citation bikin jawaban terasa aman. Ada angka kecil. Klik. Source. Secara psikologis kita merasa: “Berarti benar.” Tidak selalu. Perplexity memang dirancang dengan citations agar user bisa verify original sources. Itu salah satu strength utama produk. Tetapi citation tidak membuat model kebal hallucination.…

Perplexity dan Hallucination: Citation Ada tapi Klaim Tetap Bisa Salah Read More »

Perplexity dan Reputasi Brand: Saat Sumber Pihak Ketiga Lebih Berpengaruh

Brand biasanya paling nyaman dengan sumber yang bisa dikontrol. Homepage. About. Product page. Press release. Case study. Semua bisa direvisi. Semua bisa disetujui legal. Masalahnya, reputasi tidak hidup hanya di website sendiri. Ketika user bertanya ke Perplexity: “Apakah Brand X reliable?” “Bagaimana…

Perplexity dan Reputasi Brand: Saat Sumber Pihak Ketiga Lebih Berpengaruh Read More »

Mengapa Citation yang Relevan Lebih Penting daripada Citation yang Banyak

Angka besar enak dipresentasikan. “Brand kita punya 420 citations.” Slide looks impressive. Pertanyaan berikutnya sering tidak ditanyakan: Citation untuk apa? Kalau 400 citations muncul pada query: “apa itu AI?” dan 20 pada query: “agency AI Optimization enterprise Indonesia,” mana yang lebih dekat…

Mengapa Citation yang Relevan Lebih Penting daripada Citation yang Banyak Read More »