Studi Kasus Perusahaan Indonesia yang Berhasil Masuk Google AI Overviews (AEO)

geo.or.id/Studi Kasus Perusahaan Indonesia yang Berhasil Masuk Google AI Overviews (AEO)

Ada fenomena menarik di dunia AEO Indonesia: beberapa perusahaan lokal yang websitenya biasa aja secara SEO… tiba-tiba nongol di AI Overviews Google. Bukan brand raksasa, bukan media besar, tapi bisnis menengah yang struktur kontennya rapi dan entitasnya kuat.

Ini semacam glitch matrix, tapi versi search engine generatif.
Yang SEO-nya tebal malah ilang, yang artikelnya “rapi banget, jujur, dan machine-friendly” justru masuk AEO.

Artikel ini ngebedah studi kasus real (identitas disamarkan tapi datanya akurat), biar lo ngerti pola beneran Google AI Overviews baca konten Indonesia.

Bukan teori.
Bukan “katanya”.
Ini temuan lapangan + analisis entity-level + AI parsing behavior.

Studi Kasus Perusahaan Indonesia yang Berhasil Masuk Google AI Overviews (AEO)

Bagian 1 — Fakta Penting: AEO Lebih Suka Struktur daripada Backlink

Ada satu perusahaan konsultan legal di Jakarta Selatan.
Website-nya bener-bener sederhana, templatenya pun WordPress default astra-an, bukan custom premium.

Tapi mereka sering muncul untuk query:

  • “cara buat PT 2025”
  • “Syarat pendirian CV terbaru”
  • “berapa biaya legalitas PT Jakarta”

Padahal domain rating-nya kecil.
Backlink-nya standar.

Yang bikin mereka menang itu struktur konten.
AEO nggak nge-rank website; dia ngerakit jawaban.
Modelnya butuh data yang bersih, entitas yang jelas, dan layout yang gampang dicerna.

Website ini punya 3 hal yang AEO suka:

  1. Judul langsung menjawab query
  2. Step by step jelas
  3. Nama entitas legal disebutin lengkap (Kemenkumham, AHU Online, OSS RBA)

Konten yang kayak gini gampang “diambil” buat jadi jawaban AI.

Studi Kasus Perusahaan Indonesia yang Berhasil Masuk Google AI Overviews (AEO)

Bagian 2 — Studi Kasus 1: Konsultan Legal Jakarta yang Tembus AEO

Konteks bisnis:

Perusahaan ini kecil, karyawan 10–15 orang, klien UMKM dan startup kecil.

Masalah yang mereka hadapi:

Traffic organik menurun sejak Google Overviews muncul.
Artikel SEO lama mereka cuma nongol di SERP klasik, tapi AEO ambil jawaban dari website lain.

Solusi yang mereka lakukan:

Mereka reformat artikel jadi:

  • paragraf pembuka langsung menyebut entitas
  • bullet list padat
  • data tahun regulasi
  • FAQ untuk setiap artikel
  • HowTo section lengkap
  • context yang jelas Jakarta/Indonesia
  • schema super rapi

Contoh style mereka (disamarkan):

“Pendirian PT di Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor XX Tahun XXXX dan diproses melalui sistem AHU Online serta OSS RBA.”

Simple, jelas, entity-explicit.
Gemini LLM langsung paham.

Hasilnya:

2 minggu setelah reformat →
AEO mulai narik konten mereka untuk query “Cara buat PT”.

Ini bukan kemenangan SEO.
Ini kemenangan entity clarity.

Studi Kasus Perusahaan Indonesia yang Berhasil Masuk Google AI Overviews (AEO)

Bagian 3 — Studi Kasus 2: Perusahaan Pajak di Jakarta yang Menang AEO untuk Query Teknis

Ini perusahaan konsultan pajak mid-size di Jakarta Pusat.

Hal unik:

Artikel mereka pendek, cuma 700–900 kata, tapi struktur tajam kayak whitepaper.

Contohnya:

  • definisi pajak → clear
  • entitas → jelas (Kemenkeu / DJP / PMK No. x)
  • rumus → dicantumkan
  • contoh → numerik

AEO cinta konten numerik dan terstruktur.

Kenapa mereka lolos AEO?

Karena mereka:

  • Punya real-world authority
    (alamat, jam operasional, nomor telepon, peta lokasi jelas)
  • Punya schema artikel lengkap
  • Konten pajak itu domain yang butuh presisi
    → AEO butuh “jawaban pasti”, bukan narasi panjang

Akhirnya buat query:

“cara hitung PPh 21 bulanan”

AEO comot konten mereka.

Mereka bahkan ngalahin media nasional.


Bagian 4 — Studi Kasus 3: Perusahaan SaaS Kecil di Bandung yang Masuk AEO Berkat Technical Transparency

Ini paling menarik.

Sebuah startup SaaS kecil di Bandung tiba-tiba sering muncul di AEO untuk query:

  • “aplikasi absensi karyawan indonesia”
  • “cara kerja fingerprint online”
  • “sistem HRIS untuk UMKM”

Padahal brand-nya nggak terkenal.

Kenapa bisa menang?

Karena konten mereka super technical clarity.

Isinya:

  • definisi teknis dengan bahasa rapi
  • diagram explanation (AEO suka structured multimodal references)
  • penjelasan alur data
  • menyebutkan regulasi Indonesia soal data pribadi (kepercayaan naik)
  • case study lokal

Model AEO punya bias: dia lebih percaya situs yang:

  • transparan
  • teknis
  • deep
  • non-clickbait

Mereka masuk AEO bukan karena SEO kuat, tapi karena kontennya impossible banget buat diganti model generatif.

Studi Kasus Perusahaan Indonesia yang Berhasil Masuk Google AI Overviews (AEO)

Bagian 5 — Pola Umum dari Semua Perusahaan yang Berhasil Masuk AEO

Dari puluhan analisis, polanya sama:

1. Entity clarity

Semua artikel nulis entitas lengkap:

  • nama lembaga
  • tahun regulasi
  • lokasi
  • jenis dokumen
  • konteks Indonesia

2. Struktur machine-friendly

Format mereka bukan blog biasa.
Lebih mirip dokumen ilmiah mini:

  • subheading jelas
  • definisi di atas
  • step by step
  • tabel atau bullet

3. Schema ngotak banget

AEO baca schema dulu baru konten.
Mereka pakai:

  • Article
  • WebPage
  • HowTo
  • FAQ

4. National Relevancy Signals kuat

Ada pattern unik:
AEO nurunin website global ntar dulu kalau website lokal punya:

  • alamat jelas
  • jam buka
  • nomor telepon lokal
  • kontak WhatsApp
  • peta Google Map
  • bahasa Indonesia formal

Ini bikin model yakin bahwa situs lokal lebih relevan buat pengguna Indonesia.

baca juga


    Bagian 6 — Kenapa Media Besar Kadang Kalah dari Perusahaan Kecil?

    Media besar sering:

    • pakai clickbait
    • terlalu naratif
    • entitas tidak spesifik
    • tidak ada schema
    • tidak update
    • terlalu general

    Sedangkan perusahaan kecil:

    • nulis spesifik
    • rapi
    • structured
    • punya intent yang jelas

    AEO cuma peduli “mana konten paling mudah dijadikan jawaban”.
    Bukan “mana website paling terkenal”.

    Ini revolusi search.


    Bagian 7 — Yang Bisa Kita Pelajari untuk Optimasi Konten Indonesia

    Ada tiga hal krusial:

    1. Tulis untuk AI, bukan manusia duluan

    Bukan berarti jadi kaku.
    Tapi pastikan struktur jelas.

    2. Perjelas entitas lokal

    Indonesia itu messy linguistically.
    Lo harus kasih anchor yang kuat ke AI:

    • regulasi
    • kota
    • lembaga
    • konteks lokal

    3. Schema wajib, no negotiation

    Website yang lolos AEO → schema-nya bersih banget.

    Di 2025 ke atas, schema adalah “API ke AI engines”.


    Kesimpulan: AEO Nggak Milih Website Besar. AEO Milih Website yang Jelas.

    Studi kasus dari 3 perusahaan Indonesia nunjukin pola yang identik:

    • struktur > backlink
    • entitas > keyword
    • konteks lokal > domain rating
    • clarity > panjang tulisan
    • schema > layout

    Kalau lo bisa bikin konten yang AI bisa pahami tanpa nebak-nebak, lo menang.

    AEO bukan kompetisi SEO.
    Ini kompetisi clarity.

    Dan clarity itu adalah senjata yang bisa dimiliki siapa aja.

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *